Resensi Novel “Mocking Jay”
Penulis : Suzanne
Collins
Penerbit : PT Gramedia Pustaka Utama
Cetakan : Cetakan Kesebelas September, 2013
Kategori : Novel
Tebal : 432 hlm, 20 cm
Mocking
Jay adalah buku terakhir dari trilogi Hunger Games. Buku ini telah
diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan merupakan buku yang termasuk best seller,
contohnya #1 New York Time Bestseller #1 Publisher Weekly Bestseller #1 USA
Today Bestseller.
Novel
ini merangkum masalah politik yang kejam pada masa itu, kekerasan yang tak
tertandingi, perang antar distrik-distrik yang merupakan pemberontakan terhadap
Capitol. Nama-nama kita sebelumnya sudah didaftarkan dan bagi yang tidak
beruntung harus mengikuti permainan The Hunger Games, yang mengharuskan kita
membunuh satu sama lain untuk dapat bertahan hidup dan memenangkan permainan. Katniss
Everdeen yang menggantikan adiknya Prim Everdeen untuk mewakili distriknya,
distrik 12 seperti yang diceritakan pada novel pertamanya, The Hunger Games.Katniss
selamat dari Hunger Games, dua kali. Tetapi ia belum sepenuhnya aman dari
ancama Capitol walaupun ia sekarang berada dalam lindungan distrik 13.
Mocking
Jay adalah novel yang menceritakan kelanjutan perjuangan seorang Katniss
Everdeen beserta orang-orang yang disayanginya. Walaupun Katniss tetap hidup,
tetap saja ini bukanlah kehidupan yang diinginkannya. Dia memikirkan bagaimana
keadaan Peeta (Partnernya dalam permainan The Hunger Games, dan akhirnya
menjadi kekasihnya.) diluar sana, apakah Peeta masih hidup dengan menjadi
penghianat untuk Capitol.
Pemberontakan
yang semakin kejam terjadi, distrik-distrik bergabung untuk menghancurkan
Capitol yang mengerikan. Keinginan Presiden Snow untuk menumpas revolusi dengan
menghancurkan Mocking Jay bagaimanapun caranya. Tetapi pada akhirnya Katniss
memilih Peeta daripada Gale sahabatnya dalam berburu, sahabatnya dari kecil.
Katniss pun hidup bahagia dengan memiliki 2 orang anak dari Peeta. Katniss yang
takut akan bagaimana dia bisa menceritakan kepada anak-anaknya tanah yang
mereka injak sekarang ini adalah kuburan. Tapi ia yakin bisa membuat anak-anaknya
mengerti dan semakin berani.
The
Hunger Games yang pertama, dan Catching Fire yang kedua sudah di filmkan. Dan menggugah
orang-orang dewas untuk segera membaca novelnya terlebih dahulu dan segera
menonton filmnya. Keseluruhan kisah yang ditampilkan dalam novel ini sangat memesona, memukau dan juga mengerikan. Plot
cerita yang disajikan dengan menegangkan, dramatis, dan seru. Pembaca juga
diajak memasuki alam imajinasi pemandangan dengan hamparan hijaunya hutan
tempat permainan Hunger Games serta kotanya, Capitol yang membuat kita berfikir
tentang masa depan dengan segala kecanggihan yang diciptakan.
Tapi
cover yang ditampilkan dalam Mocking Jay ini agak kurang menarik minat pembaca.
Cover yang menggambarkan seekor burung mengepakkan sayapnya agaknya berbeda
dengan cover burung sebelumnya. Atau mungkin ada maksud tersendiri dari
pengarang dengan lambang yang berbeda ini. Tetap itu semua tidak mengurangi
ketersimaan pembaca terhadap isi buku Mocking Jay.
Mocking Jay - Buku Ketiga Suzanne Collins